Hari Aspirasi Psikologi atau yang biasa di kenal dengan Forum Bersama (FORBES) (Forum Bersama) yaitu merupakan forum diskusi bersama dengan Pimpinan Fakultas sebagai bentuk Langkah penyelesaian atas permasalahan yang dirasakan oleh mahasiswa. Sebelum melalukan Hari Aspirasi Psikologi ada beberapa langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan riset mahasiswa untuk mengumpulkan data konkrit atas permasalahan apa yang telah atau sedang dirasakan oleh mahasiswa. Telah melakukan risetmahasiswa dan sudah mendapatkan data permasalahan, kami akan melalukan Forum Mahasiswa (FORMA).Forum Mahasiswa (FORMA) ini dilakukan bertujuan untuk mendiskusikan data permasalahan yang sudah ada bersama dengan seluruh mahasiswa. Kami akan memastikan apakah permasalahan tersebut benar dirasakan oleh seluruh mahasiswa atau tidak.
Pada hari Jumat, 14 Juli 2023 telah dilaksanakan Hari Aspirasi Psikologi ke Pimpinan yang dihadiri oleh tamu undangan dan mahasiswa aktif. Dengan agenda pemaparan hasil riset Aspirasi Mahasiswa yaitu mengenai kepuasan mahasiswa mengenai hal-hal yang ada di Fakultas seperti pelayanan sekretariat, pelayanan keuangan, kinerja dosen, sarana prasarana, dan program untuk Mahasiswa Aktif Fakultas Psikologi UHAMKA. Hasil riset telah di isi oleh 65 orang Mahasiswa Aktif Fakultas Psikologi UHAMKA dari angkatan 2019 – 2022 dengan tingkat presentase yang berbeda-beda dengan hasil berikut :
Setelah hasil riset yang sudah di paparkan lalu masuk ke agenda pembahasan disksusi, mengenai solusi dan saran:
1. Diskusi pertama membahas mengenai kinerja dosen yang sering datang terlambat dan tidak pada waktunya. Pembahasan kedua mengenai sarana prasana, mahasiswa mengeluhkan ruang kelas yang terlihat dari luar yang menimbulkan distraksi. ibu Anisia Kumala menanggapi, untuk memperjelas nama dosen dan mata kuliahnya, agar tahun dan dapat ditindak lebih lanjut.
2. Membahas tentang kelengkapan fasilitas ditoilet yang tidak sesuai dengan data seperti sabun dan closet yang berfungsi dengan baik. Namun nyatanya sabun di toilet tidak ada dan ada toilet yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, mahasiswa mengeluhkan bahwa lebih banyak menyita waktu untuk ke toilet yang dilantai bawah dan untuk menyediakan air minum. Agar para mahasiswa tidak perlu jauh-jauh kebawah membeli minum dan membuang waktu, serta lebih terhidrasi dengan baik. Solusi yang diberikan yaitu, toilet segera diperbaiki dan menyediakan sabun. Ibu Anisia Kumala menanggapi, bahwa sabun akan disediakan. Selanjutnya mengenai sarana prasana, mahasiswa ingin adanya tempat ibadah di Fakultas Psikologi, untuk menghemat waktu saat istirahat dengan ibadah dilantai yang sama agar menjadi lebih mudah.
3. Membahas mengenai sarana prasana, mahasiswa ingin adanya tempat ibadah di Fakultas Psikologi, untuk menghemat waktu saat istirahat dengan ibadah dilantai yang sama agar menjadi lebih mudah. Selanjutnya penggunaan ruang kelas yang terbatas untuk mengerjakan tugas karena diminta keluar oleh OB yang ingin membersihkan ruang kelas tersebut. Namun, waktu dalam penggunaan kelas masih banyak dan tidak melebihi batas jam penggunaan. Lalu ibu Anisia Kumala menanggapi, untuk hal tersebut bisa dikomunikasikan kepada bapak OB, jika penggunaan lebih dari jam 5 sore maka mahasiswa yang harus keluar.
4. Membahas mengenai program mahasiswa dimana perlu adanya transparansi mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program yang diadakan oleh fakultas. Lingga Jasmine mengatakan, bahwa ia mendapatkan program yaitu manjadi trainer di STIP, tetapi tidak bisa ikut karena ada satu hal lainnya. Beberapa dari teman-temannya yang ingin mengikuti program tersebut mengeluhkan kepadanya, bagaimana bisa terpilih pada program tersebut. Karena program tersebut dilakukan secara tertutup, sehingga hanya orang-orang tertentu yang terpilih. Selanjutnya program psikologi mengajar yang mendapatkan di wilayah empat, tetapi dananya tidak tercukupi karena beberapa faktor-faktor lain. Lalu membahaas tentang pertukaraan di Universitas Brawijaya, para mahasiswa menaruh IPK pada saat mendaftar, beberapa yang lolos IPK kecil dan IPK lebih besar tidak lolos. Selanjutnya ibu Anisia Kumala menanggapi untuk program STIP, untuk program diluar fakultas karena dari Lembaga Jasa Psikologi yang dipilih langsung oleh ibu Ajheng. Lalu untuk program psikologi mengajar ditanggapi oleh bapak Ilham Mundzir, bahwa ada 45 sekolah yang sudah dibiayai, ada juga yang tidak. Program psikologi mengajar tidak dapat dilanjutkan karena memiliki beberapa faktor. Solusi yang diberikan, akan membuat program baru untuk kedepannya dengan jumlah lebih banyak.
5. Pembahasan pada program magang merdeka, mahasiswa mengeluhkan penilaian serta harus mengikuti kuis dan tugas akhir. Dira Nur Amelia Rachman menyampaikan, bahwa terasa berat jika harus mengerjakan kuis serta tugas akhir karena perusahaan tempatnya bekerja sangat sulit. Lalu ibu Puti Archianti menanggapi, bahwa kurikulum untuk angakatan 2020 harus mencapai nilai akhir dan belum bisa mengonversi 20 SKS secara langsung. Oleh karena itu, harus tetap ikut kuis dan tugas akhir. Untuk angkatan 2021 kebawah sudah bisa dikonversikan semuanya, karena sesuai dengan penetapan peraturan yang ada dari menteri pendidikan dan pihak kampus merdeka. Mahasiswa juga mengeluhkan absensi yang dilakukan melalui Online Learning dan secara tatap muka, terkadang membuat bingung dan banyak yang lupa untuk mengisi absen. Solusi yang diberikan untuk absen lebih baik dilakukan secara tatap muka saja. Ditanggapi oleh ibu Puti Archianti, untuk absensi tidak dipengaruhi secara langsung maupun tidak. Karena dosen akan memindahkan absen tersebut pada platform Siap, jika memiliki kendala bisa langsung menghubungi dosen terkait dan bapak Agung.
6. Pembahasan mengenai kinerja Sekretariat Fakultas Psikologi UHAMKA, mahasiswa mengeluhkan pelayanan yang lambat dan beberapa kali surat yang ditulis mahasiswa untuk pengajuan tidak sesuai dengan hasil cetakan. Lalu ibu Puti menanggapi, hal tersebut bisa menjadi masukan agar sekretariat lebih teliti lagi.
7. Pembahasan selanjutnya mengenai keuangan, mahasiswa mengeluhkan pembayaran harus dibayarkan 50% terlebih dahulu agar bisa mengikuti ujian. Lalu bapak Fahrul Rozi menanggapi, bahwa pembayaran itu wajib dan seharusnya dibayarkan. Solusi yang diberikan oleh beliau, mahasiswa yang belum bisa bayar dapat menemui ibu Ainil dan bapak Fahrul. Untuk saat ini tidak ada lagi penangguhan, agar dapat melihat seberapa banyak mahasiswa yang terhalang dana untuk pembayaran kuliah. Beliau juga mengatakan bahwa hal tersebut bersifat kasuistik dan harus diselesaikan secara kualitatif dengan face to face, serta bernegosisasi untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Selanjutya ibu Puti Archianti memberi saran yaitu, membuat program mengenai Financial Planning untuk teman-teman mahasiswa. Hal tersebut bisa dijadikan program agar mengetahui prioritas kebutuhan yang harus didahulukan.
Setelah kegiatan Hari Aspirasi Psikologi ini tentunya kami akan melakukan Follow Upmengenai adanya perubahan setelah permasalahan tersebut disampaikan langsung kepada Pimpinan Fakultas. Komisi IV Hubungan dan Layanan Mahasiswa melakukan Follow Up dengan memberikan
informasi progres melalui media sosial dari hasil kesepakatan saat Hari
Aspirasi Mahasiswa berlangsung.






