Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA memiliki Organisasi Mahasiswa yang beragam, terkhusus pada Fakultas Psikologi UHAMKA. Adapun diantaranya yaitu, PK IMM (Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Latihan Kepemimpinan merupakan sistem pengkaderan yang ada di KM UHAMKA dan diselenggarakan dalam kesatuan waktu tertentu serta berjenjang. Hal tersebut diwajibkan bagi anggota KM UHAMKA yang akan melanjutkan ke Lembaga Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Jenjang Latihan Kepemimpinan pada KM Fakultas Psikologi UHAMKA yaitu, LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar), LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya). LKTD dan LKTM diselenggarakan oleh Bidang I Organisasi dan Kaderisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi UHAMKA. Pada periode kepengurusan 2022-2023 memiliki penurunan peserta LKTD dan LKTM dari tahun sebelumnya. Tak hanya pada program tersebut, open recruitment yang diadakan oleh beberapa program kerja baik BEM maupun DPM juga memiliki penurunan peserta.

PSYVIT (PSYCHOLOGY VISIT) merupakan program kerja Komisi IV Hubungan dan Layanan Mahasiswa DPM Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang melakukan Studi Banding Bersama MPM Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Salah satu pernyataan dari MPM Fakultas Psikologi Universitas Indonesia periode 2022-2023 terkait permasalahan yang marak terjadi di organisasi sekarang yaitu menurunnya minat mahasiswa pada organisasi kemahasiswaan yang benefit-nya tidak langsung terlihat. Kebanyakan mahasiswa lebih tertarik untuk magang ataupun mengikuti kampus merdeka yang lebih banyak mendapatkan benefits. Dapat disimpulkan bahwa fenomena ini terjadi tidak hanya pada KM Fakultas Psikologi UHAMKA namun di berbagai Organisasi Mahasiswa Universitas lain.

Organisasi Kemahasiswaan atau yang sering disebut ORMAWA memiliki benefits untuk mahasiswa yang ingin mengasah soft skill dan hard skill mereka. Hal-hal yang dibutuhkan pada organisasi mahasiswa adalah manajemen waktu, kerja sama dalam tim, juga berpikir kritis, mahasiswa akan terbiasa mengatur waktu dengan baik, bahkan mampu berbicara didepan banyak orang. selain itu relasi menjadi luas, mahasiswa dapat mengenal anggota dari organisasi fakultas maupun universitas lain. Oleh karena itu benefits dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa yang berorganisasi serta mahasiswa dapat menerapkan pada jenjang karir juga kehidupan mereka sehari-hari.

Internship menjadi sangat menarik pada kalangan mahasiswa terutama mahasiswa baru. Manfaat yang dirasakan secara langsung seperti jobdesc sesuai dengan jurusan yang diambil, mendapatkan gaji, jenjang karir dan lain-lain. Tak hanya terlihat menarik, gengsi atau harga diri yang dimiliki oleh seseorang menjadi dorongan motivasi mahasiswa berlomba untuk melakukan magang. Platform Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka peluang bagi mahasiswa dengan varian program yang tersedia. Salah satunya adalah MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Beberapa platform yang beredar pada media sosial, seperti LinkedIn, Instagram, bahkan pada platform pencari kerja juga menyediakan program magang tanpa pengalaman yang memudahkan mahasiswa mengikuti berbagai program magang.

 

Sumber :

Majelis Perwakilan Mahasiswa. 2015. Undang-undang Pedoman Pengkaderan Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Edisi Revisi 2015 BAB VI Pasal 16 dan 17 tentang Komponen, Jenjang, dan Alur Pengkaderan. Jakarta.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *